Monday, December 26, 2011

Pamitan Haji

Posted by Mas Agung 7:34 AM, under ,, | No comments

Saat saya menulis artikel ini, para jama'ah haji sudah ada di tanah air. Hiruk pikuk kegiatan Haji telah usai. Masing-masing jama'ah haji dan keluarganya telah kembali pada aktifitas harian masing-masing. Yang pegawai telah kembali masuk kantor setelah cuti untuk berhaji, para pedagang juga telah kembali ke aktifitas perdagangannya setelah selama haji dititipkan/diamanahkan kepada orang lain.

Mungkin banyak jamaah haji yang menjadi lebih baik kehidupannya, lebih banyak amal sholehnya, makin tekun ibadahnya, makin banyak shodaqohnya, makin zuhud pada dunia dan lain sebagainya peningkatan positif. Namun mungkin ada juga yang kemudian buru-buru memperbarui kartu namanya, menambahkan huruf "H" didepan namanya, sebagai tanda bahwa ia berhak dipanggil haji, sebagai bukti bahwa ia telah napak tilas ibadah yang dilakukan para Nabi di tanah suci.

Satu hal yang masih jadi bahan pemikiran, bahwa ibdaha haji ini betul-betul merupakan ibadah yang selain melibatkan ruhani juga sangat melibatkan jasmani yang bukan hanya berupa fisik badan tapi juga materi harta benda. Karena itulah ibadah haji identik dengan ibadahnya "orang mampu".

Meski "mampu" melibatkan banyak hal, namun diakui atau tidak ke"mampu"an ini, banyak yang melihatnya dari sisi harta. Karena dengan adanya hrta, ketidakmampuan lainnya bisa diatasi. Misalnya sakit sekalipun, seseorang bisa membayar orang untuk menjadi "badal haji" baginya, atau bisa juga membayar orang lain untuk membantunya melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Bahkan ke"mampu"an haji inipun sudah terlihat sejak seseorang mendaftar haji. Ada yang mampu membayar secara kontan, cash ongkos naik haji-nya, sementara tidak sedikit orang yang harus menabung sedikit demi sedikit, ikut program talangan haji bahkan ada yang meminjam di Bank sekedar untuk supaya bisa mendapatkan porsi haji lebih awal.

Ketika sudah positif mendapat porsi haji, ke"mampu"an seorang calon haji semakin terlihat dengan banyaknya persiapan sebelum keberangkatan. Dari memborong hadiah haji, ternyata yang namanya hadiah haji tidak selalu dibeli dari tempat berhaji. Banyak diantara mereka telah membeli sajadah, tasbih, peci, kerudung, rukuh, air zamzam sampai bermacam kurma di toko-toko souvenir haji di Indonesia sejak sebelum behaji namun baru mengambilnya ketika mereka pulang haji.

Sebagian besar calon haji juga akan mengadakan acara pamitan haji, baik secara individu maupun kolektif. Dari beberapa cerita teman, yang keluarganya sempat mengadakan pamitan sbelum haji, saya dapati ternyata mengadakan pamitan haji juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bahkan bila digabungkan dengan acara penyambutan haji, biayanya mungkin bisa menyamai ongkos naik haji itu sendiri. Namun hal itu tidak bisa disamaratan karena ada juga pamitan dan penyambutan yang dilakukan dengan bersahaja.

Meski banyak yang mencelanya sebagai penghamburan harta, namun pamitan haji sesungguhnya bertujuan baik dan mulia. Beberapa segi positif yang mungkin bisa kita dapatkan dalam pamitan haji antara lain:

1. Sebagai syiar Islam, Pamitan haji biasanya diadakan dengan mengundang para tetangga, teman, kerabat dan handai taulan, kemudian diisi dengan taushiyah seputar pelaksanaan ibadah khususnya Haji oleh seorang muballigh. Dengan menghadiri pamitan haji, kita akan mendapatkan tambahan ilmu berkenaan dengan ibadah haji khususnya.
2. Berbagi kebahagiaan, Berkesempatan ke baitullah tentu kebahagiaan besar bagi seorang muslim. Ibdah inilah yang menjadi penyempurna akhir rukun Islam. Mengajak orang lain untuk merasakan kebahagiaan dapat dinilai sebagai shodaqoh yang sangat bernilai bagi penerimanya.
3. Sebagai penyemangat bagi orang lain yang berniat Haji. Saat mengikuti pamitan haji, mendengarkan taushiyah tentang haji, seolah-olah kita dipancing dan diajak untuk segera menyusul melaksanakan ibadah ke Baitullah. Orang yang sebelumnya pesimis bisa berangkat karena keadaan yang kurang mampu, bisa menjadi kembali bersemangat untuk berhaji.
4. Adab orang bepergian, meninggalkan harta dan keluarga. dengan berpamitan sekaligus menitipkan apa yang ditinggalkan akan membuat mereka yang berhaji merasa lebih tenang dan fokus beibadah karena keluarga dan harta yang di tanah air telah dijaga oleh para tetangga.
5. Dan tentu masih banyak lagi manfaat dan segi positig diadakannya pamitan haji sepanjang pelaksanaannya benar-benar diniatkan dengan niat yang baik untuk kesempurnaan ibadah hajinya.

0 comments:

Post a Comment

Tags

Blog Archive

Total Pageviews